Beliau tampak pucat dan lemah ketika datang ke klinik kami sore itu. Usianya sudah sangat sepuh, mendekati 80 tahun. Rambutnya penuh dengan uban. Dengan suara yg pelan, beliau bercerita sudah beberapa bulan ini beliau tidak bisa tidur. Hampir tiap malam, terutama di atas jam 12, seluruh badan terasa nyeri, sehingga waktu tidur pun terganggu. Nyeri itu bukan saja pegal linu, tetapi serasa ditusuk tusuk di sekujur badannya.

Beliau datang dari jauh, Lampung, dan menginap di rumah anaknya. Datang ke klinik kami untuk minta akupunktur. Setelah melihat kondisinya, saya memberikan obat herbal rebusan untuk satu bulan, dengan harga yg terjangkau sekitar Rp.120.000. Saya minta 3 hari kemudian untuk kontrol, dan akan saya mulai memberikan akupunktur jika kondisinya tidak membaik. Selain herbal, saya juga meminta beliau untuk banyak berzikir, sholat tahajud, dan mandi malam seluruh tubuh sebelum tahajud, dan taak ada larangan untuk menggunakan air panas.

Malamnya, sy ditelepon oleh puatranya. Sang putra protes, mengapa sy tidak mengakupunktur bapaknya yang sudah datang jauh jauh dari Lampung. Dengan sabar saya jelaskan, bahwa sebenarnya kondisi bapak belum butuh akupunktur. Akupunktur dan mungkin terapi lain akan saya lakukan, jika herbal sederhana dari kami belum memberikan hasil yg optimal. Dan alhamdulillah, sang putra bisa memahaminya.

3 hari kemudian, beliau kontrol. Subhanallah, nyeri di seluruh tubuh sudah hilang dan tidur sudah pulas. Namun, beliau tetap ingin di akupunktur untuk jari jarinya yang terasa kaku. Saya akupunktur beliau dengan senang hati, dan sy minta untuk kontrol kembali 4 hari kemudian.

Tepat 4 hari kemudian, beliau kontrol kembali, dan menceritakan, semua keluhan hilang, dan yang dikeluhkan sekarang adalah kedua kaki terasa lemas. Kembali saya akupunktur, dan alhamdulillah beliau lebih kuat setelah terapi yang ketiga kalinya.

Tadi malam, beliau mengabarkan bahwa beliau sudah balik ke Lampung dengan kondisi yang sudah prima. Untuk kebutuhan herbal satu bulan berikutnya, barangkali akan kami paketkan. Alhamdulillah…alhamdulillah…Allahlah sebaik baik penyembuh…..tahajud beliau yang tak pernah putus, yang membuat semua pengobatan menjadi terasa mudah….